Fakta Ilmiah Kerokan Yang Membuat Badan Terasa Nyaman Saat Dilakukan

780 views

Fakta Ilmiah Kerokan yang kami rangkum dari banyak sumber ini akan membuat anda sadar bahwa kerokan tidak hanya mudah dilakukan tapi efeknya juga menyamakan. Kita sering dikerok ketika sedang masuk angin, saat sedang sakit badan atau tubuh terasa capek. Kerokan memang menimbulkan luka lecet di kulit tapi hasilnya dijamin manjur untuk mengatasi keluhan di atas. Inilah beberapa fakta ilmiah dari kerokan versi malesnulis.com.

fakta-ilmiah-kerokan-yang-membuat-badan-terasa-nyaman-saat-dilakukan

Kerokan Selaras Dengan Rumus Einstein

Kita tak pernah menyadari bahwa ketika sedang kerokan sebetulnya kita sedang melakukan pembuktian dari rumus Einstein yaitu E = mc2. Pendeknya rumus ini menyatakan bahwa pergesekan dari dua benda akan menghasilkan energi. Saat kerokan ada dua buah benda yang digesekkan yaitu koin dan permukaan kulit sementara energi yang dihasilkan adalah hawa panas. Dengan hawa panas yang muncul kulit akan terasa nyaman. Itulah yang menjadikan tubuh terasa enak sesaat setalah kerokan selesai.

Kerokan tak hanya dilakukan memakai koin plus balsam, bisa juga dengan minyak kelapa yang diberi potongan bawang. Efeknya akan lebih hebat lagi. Dijamin semua keluhan tadi akan segera hilang hingga anda bisa tertidur nyenyak sepulang kerja. Silakan dicoba, ini resep asli keluarga saya di rumah.

Kerokan Membuat Produksi Endorphin Meningkat

Dalam tubuh kita terdapat sejenis zat dengan efek menenangkan yang disebut endorphin. Ini adalah morphine alami yang membuat tubuh terasa nyaman, tahan terhadap penyakit, dan membuat kita lebih sering tertawa ketimbang sedih. Endorphin hanya diproduksi di dalam tubuh dan tidak bisa diperoleh dari sumber lain.

Seorang professor dari dinas kesehatan, Prof. Dr. dr. Didik Gunawan Tamtomo mengatakan bahwa setelah dirinya meneliti fakta tentang kerokan diperoleh temuan di mana aktivitas sel tubuh meningkat, khususnya aktivitas glandula pituitaria yang memecah pro hormone proopiomelanocortin menjadi sel endotel kapiler, dari sebelumnya sel-sel keratinosit. Semua hal ini menjadikan beta endorphin kadarnya meningkat. Itulah yang menyebabkan orang merasa tenang dan nyaman setelah dikerok.

Kerokan Memperlancar Beredarnya Darah

Fakta Ilmiah Kerokan yang paling hebring adalah memperlancar aliran darah. Lancarnya peredarah darah menjamin distribusi oksigen merata ke seluruh tubuh. Seperti dalam keterangan di atas, ketika kerokan dilakukan, produksi endorphine dalam tubuh meningkat pesat. Hal ini memberi efek menenangkan di mana pembuluh darah menjadi rileks hingga darah mengalir lebih lancar.

Lebih jauhnya, kerokan akan memicu penurunan prostaglandin, sebuah senyawa yang membuat tubuh merasakan nyeri dan pegal. Ini adalah senyawa lemak yang juga diproduksi dalam tubuh manusia saja. Yang unik menurunnya kadar prostaglandin membuat kita beruntung karena terhindar dari stress dan beban pikiran.

Bukan Cuma Punggung Yang Bisa Dikerok

Kita sering berpikir bahwa bagian tubuh yang bisa dikerok hanya pada bagian punggung saja. Kenyataannya tidak seperti itu karena bagian lainnya juga bisa dikerok. Lagipula anda harus memastikan dulu apakah cara kerokan anda sudah benar atau belum. Kalau masih salah, sebaiknya anda menggunakan cara saya yaitu dari arah tulang belakang ke luar. Hendaknya arah kerokan tidak bolak-balik karena bisa menimbulkan luka pada kulit atau terasa sakit.

Berikutnya tentang bagian tubuh yang bisa dikerok. Pasti anda mengira bahwa makin banyak bagian tubuh dikerok, makin cepat keluhan capek dan nyeri di tubuh bisa hilang. Kenyataannya tak seperti itu. Satu-satunya area kerokan paling manjur dengan hasil signifikan setelah kerokan selesai dilakukan adalah area punggung. Setelah itu bagian leher juga bisa dikerok, khusunya leher bagian depan yang memiliki tulang rawan yang berfungsi untuk menyangga syaraf-syaraf penting pada sistem pernafasan manusia.

Yang ketiga tentang orang yang boleh dikerok dan yang tidak. Jika laki-laki bisa dikerok kapan saja, itu masuk akal, tapi tidak demikian dengan wanita yang sedang mengandung. Sebabnya karena jika kerokan tetap dilakukan pada ibu hamil, kemungkinan besar bayi yang dikandung akan lahir prematur. Ketika sedang dikerok, dalam tubuh ibu hamil terjadi peningkatan produksi zat cytokines, sebuah zat anti epradangan. Ini bisa menimbulkan kontraksi padahal belum seharusnya terjadi.

Kerokan Disukai Juga Oleh Penduduk Negara Lain

Tak hanya orang Indonesia saja yang doyan kerokan. Orang-orang luar negeri juka pada suka dikerok. Mereka yang tinggal di Cina, Laos, Kamboja, dan Vietnam juga sering kerokan dengan memakai koin. Tapi beda dengan orang cina yang sering kerokan memakai batu giok dengan diberi sedikit minyak tradisional untuk mencegah kulit terkena iritasi.

Sekalipun alat dan minyak untuk kerokan berbeda-beda, tujuannya sama saja yaitu untuk mengusir angin berlebih yang masuk ke dalam tubuh. Bahkan di Vietnam kebiasaan kerokan disebut “Cao Gio” yang artinya kurang lebih “mengusir angin”. Keren kan?

Memungkinkan Bakteri & Virus Masuk Ke Dalam Tubuh

Saat kita kerokan, pori-pori di kulit banyak yang terbuka lebar karena digesek oleh benda tumpul, juga karena suhu tubuh yang meningkat. Ketika pori-pori terbuka, angin yang ada di dalam tubuh akan dengan mudah keluar. Tapi efek negatifnya juga ada, bakteri & virus yang ada di sekitar tubuh bisa masuk dengan mudah pula.

Mungkin akibatnya tidak dirasakan langsung setelah kerokan selesai, tapi akan terasa beberapa hari kemudian. Oleh sebab itu sebelum kerokan, pastikan tangan dan koin yang dipakai dibersihkan terlebih dulu. Sudahkah anda memastikan itu dilakukan?

Oke sahabat semua itulah Fakta ilmiah Kerokan yang harus kalian tahu. Semoga setelah membaca artikel ini sobat semua bisa kerokan dengan lebih higienis dan cara yang benar. Semoga bermanfaat.

 

Fakta ilmiah Kerokan Kebiasaan saat kerokan

No related post!

Leave a reply

5 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.