5 Filosofi Hujan Ini Ajarkan Kita Hidup Semaksimalnya

619 views

Tiap kali hujan turun, ada berapa banyak reaksi kimia di otakmu? Mulai dari merasa kangen dengan suasananya, hingga ada yang jengkel kenapa hujan terus mendera. Semua itu, wajib kamu sadari, bahwa ada filosofi hujan yang sebaiknya kita pelajari.

Hujan seakan jadi hal yang kadang diinginkan, kadang pula dihindari. Menggambarkan betapa kejinya manusia dalam berperilaku. Pilih kasih, hanya ada pada kondisi tertentu. Datang, kalau ada butuhnya saja. Apakah kamu termasuk orang yang seperti itu?

Semoga saja tidak. Karena, kelima filosofi hujan berikut ini, mengajarkan kita untuk saling menghargai, mencintai, dan berbalas dalam kebaikan. Siap untuk menerapkan filosofi hujan? Cek dulu yuk!

1. Ajarkan kesabaran dan ketekunan lewat kedatangannya

Filosofi hujan sabar

Filosofi hujan sabar via idntimes.com

Berapa lama kamu menunggu datangnya hujan? Berapa kali merasa bosan saat menunggunya? Berapa kali ingin segera pergi dan mencari suasana lain? Semua pertanyaan tadi, datang saat menguji kita tentang kesabaran dan ketekunan.

Bayangkan, hujan datang setelah melewati masa kemarau yang panjang. Akibat ulah manusia, langit ozon bocor, global warming semakin meluas. Hujan pun jarang datang. Tapi, dia selalu sabar dan tekun. Itulah yang dianjurkan pada kita, untuk sabar dan tekun sampai waktunya tiba.

2. Jadi orang menyenangkan adalah anjuran hujan

Filosofi hujan senang

Filosofi hujan senang via scienceabc.com

Berapa kali kamu merasa kangen dengan aroma hujan? Saat mereka tiba, bagaimana perasaanmu kala itu? Senang, atau sedih? Semua orang pasti menjawabnya senang. Karena, aroma hujan yang khas mengingatkan kita pada banyak hal di masa lalu, yang terkenang manis dan lucu.

Sama seperti kita. Kita dianjurkan untuk jadi orang yang menyenangkan. Setiap kali kita pergi, pasti dibutuhkan. Setiap kali kita datang, pasti ada keceriaan. Itulah sebenar-benarnya orang yang menyenangkan. Selalu ada dan membuat pecah suasana.

3. Saling menolong untuk sesama juga diharapkan oleh hujan

Filosofi hujan tolong

Filosofi hujan tolong via thelostcolony.com

Coba saja bayangkan, kalau tidak ada hujan, bagaimana nasib sawah-sawah yang diurusi oleh petani kita? Kalau sawah-sawah tak terurus dan mati, mau makan apa kita? Apa mau terus-terusan impor beras dari luar negeri? Apakah tidak malu, kalau kita adalah negara agraris?

Begitulah hujan mengajarkan kita tentang saling tolong menolong. Hujan senantiasa bersedia membantu para petani menyuburkan tanahnya, membantu air bendungan jadi penuh untuk konsumsi seluruh warga desa. Ya, saling tolong menolong adalah kuncinya.

4. Hujan turun tanpa peduli imbalan & hujatan, dia tulus dan ikhlas

Filosofi hujan tulus

Filosofi hujan tulus via hamishlow.com

Kadang, saat hujan turun, tidak semua orang menyukainya. Tapi, apakah kalau hujan tidak disukai, mereka akan berhenti turun ke bumi? Dan, apakah kalau hujan tidak diberi imbalan, mereka akan berhenti membasahi jalan? Tentu tidak, bukan?

Itulah yang diajarkan hujan. Kita dipandu untuk terus maju tanpa peduli ini-itu. Tidak peduli apakah yang kita lakukan itu ada imbalan atau hujatan. Seperti kata Cristiano Ronaldo, “Love make me strong, and hate make me unstopable”.

5. Kadang hujan juga bisa marah, kita wajib jaga hatinya

Filosofi hujan marah

Filosofi hujan marah via indianexpress.com

Begitu banyak bencana banjir di negeri kita. Semua karena siapa? Karena kita. Kita tidak pernah mau menjadi pribadi yang sadar akan lingkungan. Tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Tidak mau membersihkan lorong jalan air yang mampet di depan rumah.

Kalau kita tidak ramah, hujan pun bisa marah. Karena itu, kita patut sadar, kalau dalam berhubungan sebisa mungkin untuk jaga hati dan perasaan. Jangan sampai melukai perasaan orang lain, sebelum akhirnya kena marah dan uring-uringan. Lebih baik bersikap baik pada semua orang, bukan?

Nah, dari kelima filosofi hujan tadi, manakah yang paling membuatmu ingin segera membenahi diri?

Filosofi Hujan

Related Post

Leave a reply

6 − one =