5 Filosofi Kaktus yang Mengajarkan Ketangguhan Hidup

452 views

Bunga yang kerap dijadikan tanaman hias, yakni kaktus, mempunyai makna yang begitu dalam. Keindahan bunganya, meski mungil akan tetapi terlihat elegan. Menjadikan ruang dalam rumah jadi lebih asri, terasa sejuk, dan bisa meningkatkan produktivitas bekerja.

Ada banyak filosofi kaktus yang bisa kita ambil hikmahnya. Beberapa di antaranya, adalah sikap tangguh dalam menjalani lika-liku kehidupan. Sikap ini hampir punah, alias tidak dimiliki oleh kebanyakan anak muda jaman millenial, yang lebih condong ke arah manja.

Nah, kira-kira filosofi kaktus mana lagi yang bisa mengajarkan kita tentang ketangguhan hidup? Langsung simak aja yuk!

1. Tidak Manja

Filosofi Kaktus Tidak Manja

Filosofi Kaktus Tidak Manja via devianart.net

Sikap tidak manja alias dewasa, sangat khas dengan kehidupan kaktus di muka bumi ini. Mereka justru akan merasa terganggu, jika diberi kasih sayang yang berlebih. Sebaliknya, mereka hanya butuh kasih sayang secukupnya, dan selanjutnya biar mereka sendiri yang menjalani.

Hal ini terbukti dengan mati dan hidupnya sebuah kaktus. Kaktus akan cepat mati jika terus disirami air dan diberi pupuk setiap hari. Sebaliknya, kaktus bisa bertahan hingga berbulan-bulan, meski jarang disirami air dan diberi pupuk. Artinya, kaktus adalah tanaman yang tidak manja.

2. Pandai Melindungi Diri

Filosofi Kaktus Jaga Diri

Filosofi Kaktus Jaga Diri via desktopwallpaperhd.net

Sudah terlihat melalui durinya, kalau kaktus merupakan tanaman yang pandai melindungi diri. Meski terlihat mengerikan, yakni lewat duri-duri tajam, akan tetapi hal ini positif dilakukan. Sah-sah saja untuk melindungi diri dengan tameng yang gahar, asal demi kebaikan.

Karena itu, kamu tidak perlu khawatir belajar bela diri. Di jaman yang banyak kriminalitas ini, setiap orang apalagi wanita, wajib memiliki setidaknya dasar-dasar ilmu bela diri. Supaya, saat sedang mengalami tindak kriminal, maka kamu bisa menjaga diri dengan baik.

3. Mental yang Kuat

Filosofi Kaktus Kuat

Filosofi Kaktus Kuat via pixabay.com

Mental yang kuat sudah terpampang dari sifat tanaman kaktus. Seperti yang sudah dijelaskan di poin nomor satu, yakni tentang kasih sayang kepada kaktus. Kaktus hanya membutuhkan sedikit kasih sayang dan dukungan, selanjutnya dia jalankan sendiri hingga mencapai tujuan yang hakiki.

Kaktus sangat minim perhatian, dia juga sangat minim asupan. Tetapi ajaibnya, dia mampu menjaga diri dengan baik, tanpa harus ada perhatian dan asupan berlebih. Dengan begitu, kita bisa tiru sikap mulia dari kaktus ini, untuk memiliki mental yang kuat sepanjang hari.

4. Selalu Sabar

Filosofi Kaktus Sabar

Filosofi Kaktus Sabar via masiru.com

Apakah kamu pernah melihat tanaman kaktus berbunga? Jika pernah, maka kamu adalah manusia terpilih yang sudah sabar menunggu kaktus berbunga. Selama berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, kaktus sangat jarang menumbuhkan bunga.

Dia harus menunggu beberapa purnama lamanya, untuk memunculkan bunga yang indah dan nyaman dipandang. Hal ini menunjukkan tentang kesabaran yang dimiliki oleh kaktus. Kesabaran inilah, yang menjadi tolok ukur sebagai sikap teladan yang harus kita tiru.

5. Istimewa

Filosofi Kaktus Istimewa

Filosofi Kaktus Istimewa via pixabay.com

Kaktus dipandang istimewa karena tidak memiliki daun. Meski tak memiliki daun, kaktus tetap bisa memproduksi makanannya sendiri. Selain itu, kaktus juga memiliki akar yang panjang dan kuat. Hal ini berguna untuk menyerap sari pati makanan dalam jumlah yang tidak sedikit.

Sikap istimewa inilah yang patut kita teladani. Meski kita punya kekurangan, akan tetapi Tuhan menyelipkan keistimewaan dalam kekurangan tersebut. Selalu ingat bahwa dibalik kekurangan yang kita miliki, terdapat kelebihan yang kadang tidak kita sadar. So, mari kita terus mencari!

Nah, itu dia tadi sederet filosofi kaktus yang bisa kita ambil pelajarannya. Hikmah dari pohon kaktus tadi, membuat kita lebih saling menghargai, dan semakin memompa diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dan kuat. Semoga informasi tadi bisa menambah manfaat, ya!

Filosofi Kaktus teladan hidup

Related Post

Leave a reply

sixteen − fourteen =